JAKARTA - Komitmen Indonesia meningkatkan perlindungan lingkungan maritim, khususnya dalam menangani biofouling dan spesies air invasi di Laut.
“Indonesia turut mengambil tanggung jawab sebagai satu di antara 12 negara mitra utama proyek kemitraan GloFouling," kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Hartanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (21/9/2023).
Hal ini disampaikan saat Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan 3rd Regional Task Force on Biofouling Management yang diselenggarakan pada 20-22 September 2023 di Surabaya.
"Kami sangat senang dapat terlibat dalam peluang bekerjasama dengan negara dan organisasi lain di kawasan kami untuk mengatasi masalah lingkungan laut lintas batas yang sangat penting ini. Kami juga yakin bahwa proyek ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya perlindungan lingkungan laut global,” katanya.
Lebih lanjut, Hartanto juga mengundang partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat, tidak hanya dalam pembahasan revisi strategi regional, namun juga dalam penerapan langkah-langkah yang direkomendasikan untuk menciptakan lautan yang berkelanjutan dan bersih.
Hartanto juga menyampaikan terima kasih kepada IMO dan PEMSEA atas dukungan yang berkelanjutan bagi Indonesia dan negara lain yang terlibat dalam GloFouling Partnerships Project untuk menerapkan IMO Biofouling Guidelines.
“Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh IMO dan PEMSEA ini telah membantu berbagai negara, terutama industri maritimnya, untuk mendapatkan praktik terbaik dalam pengelolaan biofouling serta mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030,” katanya.
Hartanto mengungkapkan, bahwa Regional Task Force (RTF) atau Satuan Tugas Regional pengembangan Strategi Regional mengenai Pengelolaan Biofouling di Laut Asia Timur ini telah dibentuk pada pertemuan pertama.
Sedangkan pada pertemuan kedua, telah dilaksanakan peninjauan terhadap rancangan strategi regional dan membahas implementasinya, termasuk inisiatif-inisiatif terkait pengelolaan biofouling yang sedang dilaksanakan oleh negara-negara dan juga sektor swasta.
“Adapun pertemuan hari ini akan membahas dan menyetujui revisi strategi regional serta masukan dan wawasan mengenai rekomendasi langkah proyek selanjutnya,” kata Hartanto.
(Dani Jumadil Akhir)