RI-Inggris Kerjasama Kurangi Emisi Karbon di 11 Provinsi

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 02 Oktober 2023 18:59 WIB
RI-Inggris Kerjasama Turunkan Emisi Karbon. (Foto: Okezone.com/Bappenas)
Share :

JAKARTA - Indonesia berkomitmen dalam Pembangunan Rendah Karbon (PRK), salah satunya melalui kerjasama dengan Pemerintah Inggris.

Kerjasama lewat pendanaan baru yang diberikan Inggris sebesar 27,2 juta pound atau setara Rp514 miliar akan melibatkan 11 provinsi di RI.

Kementerian PPN/Bappenas kembali pun melanjutkan kerjasama dengan Foreign Commonwealth and Development Office (UK-FCDO) melalui penandatanganan technical agreement mengenai Program Inisiatif PRK (Low Carbon Development Initiative/LCDI) sekaligus meluncurkan Program Hibah LCDI fase selanjutnya.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati mengatakan, lewat LCDI tahap kedua, Indonesia berencana mengembangkan pendanaan di luar APBN dan APBD dengan pelibatan swasta, tidak hanya di Indonesia namun juga global.

“Untuk sama-sama membangun atau memelihara kondisi bumi supaya green growth betul-betul bisa diimplementasikan,” kata Vivi usai konferensi pers di Kantor Bappenas Jakarta, Senin (2/10/2023).

Adapun Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan krisis iklim, polusi meningkat, hingga hilangnya keanekaragaman hayati menjadi salah satu tantangan yang Indonesia hadapi.

“Krisis ini saling berhubungan dalam ekosistem kita. Terlebih krisis ini juga mengancam pencapaian target pembangunan, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045,” ujar Menteri Suharso.

Sejalan dengan RPJPN, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam mengatakan, di tingkat nasional, lewat LCDI pihaknya juga dibantu untuk mengembangkan berbagai model pembangunan yang rencananya akan dimasukkan ke dalam RPJPN yang berikutnya. LCDI juga akan melibatkan 11 provinsi di RI.

"LCDI tahap kedua akan melibatkan 11 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Maluku, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Bali, LCDI juga terbuka untuk provinsi lain yang ingin bergabung," jelas Medrilzam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya