Pada tahun 2001, Inditex mulai diperdagangkan di Bolsa de Madrid atau Bursa Efek Madrid. Sepuluh tahun setelah itu, yaitu pada tahun 2011, Amancio Ortega mengundurkan diri atau pensiun dari Inditex. Meski demikian, ia masih memegang peranan sebagai pemegang saham pengendali Inditex dengan kepemilikan saham yang hampir mencapai 60%.
Keputusan Ortega untuk pensiun tidak mengurangi keterlibatannya dalam perusahaan, karena ia tetap memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan strategis dan arah bisnis Inditex.
Amancio Ortega juga dikenal memiliki investasi properti dan keuangan melalui perusahaannya yang dikenal sebagai Pontegadea. Aset properti yang dimilikinya banyak terkonsentrasi di Madrid dan Barcelona, dengan lebih dari 20 unit properti yang tersebar di lokasi-lokasi strategis. Investasi ini mencakup bangunan-bangunan komersial dan perkantoran yang menjadi bagian penting dari portofolio Pontegadea.
Amancio Ortega, pendiri Zara, juga memiliki aset properti yang signifikan di lima kota besar di Eropa. Properti tersebut terletak di Paris, Berlin, Roma, Lisboa, dan London. Melalui perusahaannya, Pontegadea, Ortega telah mengakuisisi 5% saham perusahaan energi bernama Enagas pada tahun 2019.
Selain itu, pada 2021, Pontegadea juga melakukan akuisisi saham sebesar 5% pada perusahaan lain, yaitu Red Electrica. Dan mereka juga mengakuisisi 12% saham operator jaringan listrik Spanyol-Portugis, Redes Energeticas Nacionais.
Saat ini Amancio Ortega memiliki total kekayaan sebesar USD71,4 miliar, atau setara dengan Rp1.092 triliun. Sebagai pemilik mayoritas saham Zara, Amancio Ortega mendapatkan dividen sebesar USD400 juta per tahun atau setara dengan Rp5,680 miliar dari perusahaan jaringannya.
Demikian informasi tentang Amancio Ortega dan jumlah kekayaan yang dimilikinya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)