JAKARTA - Generasi sandwich (Sandwich Generation) di Indonesia diproyeksi lebih banyak dibandingkan Singapura. Hal ini berkaitan dengan maraknya fenomena generasi sandwich di kalangan Gen Z dan Milenial.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyebutkan bahwa kemungkinan angka generasi sandwich di Indonesia bisa lebih tinggi daripada negara lain, salah satunya Singapura.
Andy menjelaskan bahwa berdasarkan data yang pernah ditemuinya di media massa, angka generasi sandwich di Singapura mencapai 50-60%. Data ini yang menjadi perbandingan dengan generasi sandwich di Indonesia, mengingat Singapura adalah negara maju.
“Walaupun saya, sih, belum pernah nemu data sekunder yang dimuat di media massa sebenarnya berapa persen di Indonesia, belum pernah nemu, gitu ya. Pernah nemu data di Singapura dan itu saja data tahun 2019 kalau enggak salah apa 2018, itu saja angkanya bisa sampai istilahnya 50-60%. Itu kan berarti di Singapura yang sudah cukup maju saja, angkanya demikian tinggi. Apalagi di Indonesia, dugaan saya bisa lebih tinggi lagi,” kata Andy, Rabu (20/12/2023).
Andy juga menjelaskan kemungkinan atau alasan tingginya angka generasi sandwich di Indonesia adalah karena budaya yang turun-temurun. Budaya ini juga memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Maka dari itu, diperlukan adanya solusi untuk menghentikan perkembangan fenomena ini.
“Karena budaya kita mendukung untuk itu. Orang tua yang sudah pensiun itu akan menjadi tanggungan dari anak-anaknya, itu kan budaya dan kultur, gitu ya. Memang istilahnya si anaknya juga ingin berbakti kepada orang tuanya, jadi memang secara ajaran agama, ajaran kultur kita, mengajarkan seperti itu. Dan kemudian, kadang ada orang tua juga yang memang menggantungkan hidupnya secara finansial kepada anak-anaknya juga,” ujar Andy.
Meskipun begitu, Andy juga menyebutkan bahwa dirinya masih belum bisa memastikan besaran angka yang pasti mengenai generasi sandwich di Indonesia.
“Namun, angkanya berapa saya belum pernah nemu sih, angka pastinya berapa di Indonesia,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)