JAKARTA - Pemerintah merencanakan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta IKN di Kalimantan Timur pada tahun ini. Pembangunan infrastruktur dasar hingga mengundang investor untuk melengkapi ekosistem kota pun tengah dilakukan.
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono melaporkan, hingga saat ini pembangunan infrastruktur dasar di IKN sudah mencapai 71,47%. Progres tersebut hanya mencakup Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.
Bambang mengatakan pada Agustus mendatang, IKN sudah siap untuk menyelenggarakan upacara kemerdekaan di Ibu Kota Baru itu. Beberapa infrastruktur, kantor, hingga hunian PNS juga sudah siap untuk dihuni bersamaan.
"Kita lihat misalnya untuk istana Presiden, ini kalau mau seeing is believing, datang ke sana lihat sendiri progresnya," ujar Bambang dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Selasa (30/1/2024).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun setidaknya 47 rusun PNS di IKN. Targetnya, tower-tower tersebut dapat rampung seluruhnya pada akhir tahun 2024 mendatang.
Penyediaan hunian PNS di IKN juga tengah dikejar oleh Pemerintah lewat skema KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha). Bambang sempat menyebut China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara bakal membentuk sebuah konsorsium dengan nilai investasi Rp30,8 triliun untuk bangun hunian ASN. Rencananya konsorsium tersebut bakal membangun sekitar 60 tower rusun ASN lagi.
Lantas bagaimana nasib pegawai swasta yang ikut pindah ke IKN?
Juru Bicara Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Troy Pantouw mengakui hingga saat ini memang baru sebatas penyampaian minat investor garap hunian komersial bagi masyarakat yang pindah ke IKN. Salah satunya adalah calon investor dari Brunei Darussalam, yang menyampaikan minat untuk mengembangkan hunian komersial di IKN.
"Investor hunian sedang dijajaki, kemarin Brunei kan tertarik, tapi belum sampai pada tahap fix MoU, jadi baru menyampaikan ketertarikan saja membangun hunian," sambung Troy.
Namun demikian Troy juga belum bisa memastikan jenis hunian seperti apa yang dibangun oleh perusahaan asal Brunei Darussalam. Sehingga hingga saat ini belum ada pelaku usaha yang berkomitmen untuk membangun hunian komersial di IKN.
"Untuk hunian swasta itupun sekarang sedang dipetakan, sebenarnya sudah ada peta-petanya, lokasinya sudah ada, sekarang sedang dipastikan, wilayah buat swasta yang mana, semua sedang dipastikan, yang tertarik itu baru dari brunei salah satunya," tutup Troy.
Seperti diketahui saat ini beberapa pelaku usaha sudah mulai melakukan groundbreaking untuk kelengkapan ekosistem layaknya sebuah Ibu Kota. Seperti pembangunan Mall, Rumah Sakit, Pendidikan, Hotel, Kantor Perbankan, hingga lembaga non Pemerintahan. Tentunya pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut bakal membawa tenaga kerja baru di IKN.
(Feby Novalius)