JAKARTA - Presiden (Jokowi) mengakui kesulitan dalam mencari pasokan beras dari luar negeri, seperti negara-negara produsen beras. Hal ini berbeda dengan sebelumnya, di mana hampir setiap negara produsen beras menawarkan pasokan ke Indonesia.
"Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan pada kita misalnya beras, hampir semua negara produsen beras menawarkan berasnya kepada kita, sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen, itu juga tidak gampang dan tidak mudah," ujar Jokowi.
Presiden (Jokowi) menambahkan bahwa saat ini banyak negara yang menghentikan ekspor bahan pangan, termasuk beras. Menurutnya, keputusan untuk tidak mengekspor beras ini terkait dengan perubahan iklim yang berdampak pada produksi beras serta gangguan dalam rantai pasok.
"Semuanya sekarang ini ngerem untuk tidak ekspor bahan pangannya, baik gandum maupun beras, akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok," kata Jokowi.
Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa tantangan global merupakan tantangan yang paling sulit dihadapi. Menurutnya, tantangan ini memiliki potensi dampak signifikan terhadap situasi ekonomi dan sosial di dalam negeri.
"Tantangan global yang sangat rumit, juga bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan situasi sosial di dalam negeri. Kita tahu ketidakpastian ekonomi masih belum jelas, masih belum pasti, geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit dikalkulasi," ujar Jokowi.
“Lanskap ekonomi, lanskap politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung. Kita tahu konflik Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada tambahan Yaman, sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia," tukasnya.
Baca Selengkapnya : Jokowi Curhat Susah Cari Beras, Ungkap Banyak Negara Ngerem Ekspor
(Feby Novalius)