JAKARTA - Viral seusai dirobek di depan petugas Bea Cukai. Hal tersebut disebabkan oleh petugas Bea Cukai yang menagih pajak masuk sebesar Rp26 juta.
Penumpang yang membawa tas Hermes tersebut merasa tidak terima jika harus membayar pajak masuk tersebut dan memilih untuk merobek tas Hermes tersebut.
Petugas Bea Cukai menjelaskan alasan mengapa penumpang tersebut harus membayar pajak atas barang mewah tersebut adalah karena harga dari tas Hermes tersebut telah melebihi batas harga pembebasan bea masuk.
"Nah ternyata ini kan ada invoice untuk tas ini ya seharga 36.800 Hongkong Dollar, kalau di kurs in di USD jadi 4.000,” ujar petugas Bea Cukai.
Tas Hermes sendiri telah memiliki sejarah yang panjang, dikutip dari laman Hermes.com, Thierry Hermes membuka bengkel di rue Basse-du-Rempart dan mengembangkan produk ini pada tahun 1837 di Paris.
Thierry Hermes sejak awal telah memahami dan mengantisipasi ekspektasi pelanggan mengenai kesederhanaan pada kota yang penuh dengan pergerakan modern.
Tali pengaman yang dibuatnya menggambarkan kemahiran dan daya tahan pada berbagai kondisi. Penghargaan yang didapatkan pada Pameran Universal 1867 menjadi penanda telah diakuinya pencapain teknis yang dimiliki.
Di tahun 1880, Putra Thierry Hermes, Charles-Émile Hermes telah memindahkan bengkelnya ke 24 Faubourg Saint-Honoré, dan membuka toko. Pada saat ini alamat tersebut menjadi simbol di tali kekang dan pelana yang dibuat untuk mengukur.
Reputasi dari rumah berkat keunggulan ciptaannya tersebut akhirnya menyebar ke seluruh Eropa. Hingga kini, sudah enam generasi bisnis Hermes masih terus berkembang.
Pada tahun 1922, Émile Hermes memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menawarkan barang, mulai dari pelana, tali kekang sampai barang-barang berbahan kulit.
Émile Hermes mengubah arah bisnis keluarganya yang terinspirasi dari ide sederhana. Selama perjalanan ke Kanada, Émile Hermes terpesona dengan sistem buka-tutup “close-all” Amerika di kap mobil militer.
Di tahun 1922 juga, Émile Hermes memperoleh hak eksklusif dari sistem tersebut, yang dimana pada saat ini dikenal dengan zip atau risleting dan telah digunakan di banyak tas.
Émile Hermes sendiri selama hidupnya merupakan seorang kolektor dari karya seni, buku, benda, dan barang antik yang rajin. Koleksinya tersebut kian diperbanyak oleh penerusnya yang menjadi sumber inspirasi tanpa habis dari kreasi rumah tersebut.
Pada tahun 1956, Tas Kelly dibuat oleh Hermes sebagai penghormatan kepada Putri Monaco. Desain tas tersebut dibuat oleh Robert Dumas di tahun 1930-an dan pada tahun 1956 secara tak terduga, sejarah tas tersebut berubah pada saat foto Grace Kelly membawa tas tersebut untuk dipublikasikan di seluruh dunia. Itulah awal dari kisah sukses dan penamaan dari rumah tersebut untuk Tas Kelly merupakan sebagai penghormatan kepada sang putri.
Pada setiap tahunnya, bisnis Hermes selalu berkembang sampai kini telah mempunyai banyak toko di berbagai negara.
Pada tahun 2013, Axel Dumas dipilih untuk menjadi Ketua Eksekutif. Keponakan dari Jean-Louis Dumas tersebut telah memperkuat pertumbuhan secara dinamis grup ini dengan melakukan peresmian Maison Hermes yang ke lima di Shanghai di tahun 2014 dan telah membuka banyak toko di seluruh dunia.
Hermes pertama kali hadir di Polandia dengan mendirikan toko di Warsawa pada tahun 2019. Selain itu, Axel Dumas juga mendorong penerapan strategi digital grup yang berpuncak pada desain ulang dari situs web resmi hermes.com di tahun 2017.
Axel Dumas telah membawa Hermes pada era teknologi baru dan sesuai dengan dugaan bahwa pelanggan menjadi semakin banyak.
Dibawah kepemimpinan Axel Dumas, Hermes menjadi meningkatkan dinamika omnichannel dalam organisasi.
Pada tahun 2022, Hermes baru membuka Maison Hermes di Madison. Tepatnya pada 706 Madison Avenue di Upper East Side New York dan sedang menjadi strategi pengembangan jangka panjang berdasarkan model artisanal yang berkelanjutan.
Toko Hermes sendiri mengutamakan pelayanan. Melalui 16 métiers Hermès dan karya seni pilihan yang dibuat oleh seniman mapan dan baru telah mewujudkan semangat kreatif rumah.
Baca Selengkapnya : Ini Sejarah dan Pemilik Tas Hermes yang Kini Jadi Viral Usai Dirobek di Depan Petugas Bea Cukai
(Taufik Fajar)