JAKARTA - Ketua DPP Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Perindo Dea Salsabila Defri menyebut perlu langkah advokasi kebijakan publik yang berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Langkah itu pun didorong Partai Perindo.
Advokasi kebijakan publik penting dilakukan di tengah merosotnya kelas menengah. Tercatat, Kelas menengah Indonesia turun level menjadi kelas menengah bawah atau aspiring middle class (AMC).
Padahal, kelompok kelas menengah di Indonesia mempunyai peran besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dea menyebut, turunnya jumlah kelas menengah RI akan berakibat terhadap daya beli dan membuat ekonomi jadi stagnan.
“Selanjutnya mengenai penurunan kelas menengah RI memang juga menjadi sorotan dalam kondisi ekonomi, karena penurunan ini akan berakibat terhadap daya beli masyarakat yang menurun dan ekonomi yang stagnan,” ujar Dea saat dihubungi MNC Portal, Kamis (8/8/2024).
“Sehingga perlu adanya advokasi kebijakan yang berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” paparnya.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad sebelumnha mengatakan, fenomena kelas menengah jadi miskin mempunyai dampak terhadap ekonomi Indonesia. Untuk itu, diperlukan intervensi pemerintah agar perkara tersebut bisa teratasi.
“Saya kira yang utama adalah tentu saja konsumsi mereka akan turun begitu ya, nah ini menyebabkan kalau kelas menengah turun, konsumsinya turun, otomatis berkurang lagi, daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi, akan relatif terbatas,” ujar Tauhid ketika dihubungi MNC Portal.
(Taufik Fajar)