Dia menambahkan PHE saat ini terus mengeksplor potensi yang berada di Indonesia Timur serta laut dalam, dan WK Melati sendiri merupakan new play frontier basin yang apabila berhasil dibuktikan memiliki potensi cadangan migas yang komersial, diharapkan dapat menjadi pembuka lead dan prospect baru di wilayah sekitar yang dapat menjadikan Sulawesi sebagai sweetspot migas berikutnya.
PHE pada tahun 2023 telah memberikan kontribusi 68% dari produksi minyak nasional serta 33% dari produksi gas nasional melalui upaya pengembangan aset secara optimal. Sebagai upaya menjaga laju produksi migas masa depan dan demi ketahanan energi nasional, akuisisi terhadap WK Eksplorasi merupakan salah satu strategi bisnis andalan PHE. Upaya tersebut juga dilakukan dalam rangka untuk memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain utama produksi migas domestik dan untuk terus meningkatkan profitabilitas Perusahaan dalam memberi nilai tambah bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.
PHE akan terus berkomitmen menjaga praktik bisnis sesuai dalam jalur tren investasi berkelanjutan dan prinsip Environmental, Social And Governance (ESG) serta mengutamakan aspek safety. PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari nited Nations Global Compact (UNGC) dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG. PHE telah terdaftar dalam UNGC sebagai partisipan (member) sejak Juni 2022.
Mendukung aspek Governance PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia dengan predikat Environmental Friendly, Social Responsible dan Good Governance.
(Fitria Dwi Astuti )