Menko AHY Soroti Urgensi Manajemen Risiko pada Pembangunan Infrastruktur

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Senin 11 November 2024 14:49 WIB
AHY tekankan urgensi manajemen risiko pada pembangunan infrastruktru (Foto: Kemenko Infrastruktur)
Share :

JAKARTA – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan urgensi manajemen risiko pada pembangunan infrastruktur. Hal ini dia sampaikan saat memberikan keynote speech pada acara Accelerating National Development Risk Management Implementation Forum yang mengusung tema “Urgensi Pelaksanaan Manajemen Resiko Pembangunan Nasional (MPRN) yang diselenggarakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), di Sanur, Bali.

"Forum ini sangatlah penting karena membahas bagaimana kita bisa mewujudkan komitmen bersama untuk memitigasi risiko, untuk melakukan manajemen risiko dari semua aspek pembangunan nasional," ujar Menko AHY, Senin (11/11/2024).

Terkait manajemen risiko, Menko AHY menjelaskan bahwa kita juga menemui trilema pembangunan infrastruktur, trilema antara atensi, utilitas, dan juga keberlanjutan. Pembangunan infrastruktur dihadapkan pada tantangan dan perbaikan dalam pembangunan infrastruktur, yaitu isu pengadaan lahan, integrasi data dan perencanaan, pembiayaan yang belum optimal, kualitas pembangunan, ketersediaan dan pemerataan.

“Untuk itu, diperlukan pembangunan infrastruktur yang konsisten dan terukur dengan perencanaan yang matang, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, serta penerapan dan penyiapan peraturan pelaksanaan MPRN (Manajemen Risiko Pembangunan Nasional) mulai dari tataran strategis hingga operasional,” jelas Menko AHY.

Sebagai penutup, Menko AHY mengingatkan untuk mencegah adanya kebocoran, bukan hanya dari pembiayaan, melainkan juga dari efisiensi. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya tata kelola pemerintahan yang baik, dan kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah serta dikawal dengan regulasi dan kebijakan yang tepat.

Plt. Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh di forum yang sama menjelaskan, pembangunan nasional bersifat lintas sektoral sehingga isu-isu yang ditemukan tidak dapat diselesaikan sendiri oleh suatu institusi itu. Untuk itu, setiap institusi pemerintah dan badan usaha perlu menerapkan MRPN agar permasalahan pembangunan lintas sektoral yang ada selama ini dapat segera diatasi.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kartika Wirjoatmodjo, Wamen BUMN, Ernadhi Sudarmanto, Sekretaris Utama BPKP, Aksanul Khaq ANGGOTA III BPK, dan Dewa Made Indra, Sekda Prov Bali, serta para pejabat pendamping lainnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya