3. Ulah Hacker
Sementara itu, Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menilai bahwa penguatan rupiah di Google ini adalah ulah hacker. Adapun rupiah dibuat terombang-ambing dan membuat warganet sempat panik.
Namun, Ibrahim tak merinci informasi soal hacker tersebut karena masih simpang siur. “Bisa saja para hacker ini adalah orang yang kecewa dengan pemerintahan saat ini,” ujarnya.
Google Indonesia buka suara setelah adanya kesalahan informasi nilai tukar mata uang yang tersedia secara real-time. Di mana kurs Rupiah terhadap dolar AS menguat ke level Rp8.170 yang ditampilkan di Google.
"Kami menyadari adanya masalah yang mempengaruhi informasi nilai tukar Rupiah (IDR) di Google Search," terang Google Indonesia dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025).
Google mengklaim, data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga.
"Ketika kami mengetahui ketidakakuratan, kami menghubungi penyedia data untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin," terang Google.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha menilai, tidak akuratnya informasi pada Google atau berbeda dari sumber resmi lainnya menjadi perbincangan hangat netizen Indonesia di berbagai platform media sosial.
Malah, ada juga netizen yang salah kaprah dan menganggap bahwa bahwa Google mengambil nilai kurs dari waktu yang salah karena membaca timestamp kurs adalah 1 Februari 2009 dan menganggap bahwa data kurs diambil dari data 2009.
(Taufik Fajar)