JAKARTA – Tren belanja dan penjualan daring di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Karena itu, pelaku usaha yang ingin mencoba peruntungan di bisnis digital perlu memahami strategi yang tepat agar dapat bersaing dan meningkatkan penjualan.
External Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop, Rizky Juanita Azuz, mengungkapkan bahwa tren penjualan online hingga tahun ini terus meningkat. Saat ini terdapat jutaan pelaku usaha serta sekitar 8 juta kreator atau afiliator yang bergabung di platform belanja daring tersebut.
“Tahun ini masih positif, tren penjualan juga selalu meningkat. Jumlah brand kami juga terus bertambah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Melihat perkembangan tersebut, Rizky menilai peluang bagi pelaku usaha lokal yang ingin memanfaatkan platform digital ini masih sangat besar. Namun setelah bergabung, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar penjualan dapat meningkat secara signifikan.
“Live itu sangat membantu meningkatkan trafik. Jadi, live ini bisa dimaksimalkan dan dibiasakan. Misalnya live jam 1 siang, harus konsisten dimulai pada jam tersebut agar ketika ada yang mencari, brand langsung muncul,” jelasnya.
Rizky menambahkan bahwa fitur live juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi penonton. Melalui sesi ini, pelaku usaha dapat menjelaskan secara lengkap mengenai produk yang mereka tawarkan.
“Live juga bagus untuk edukasi. Bisa mengenalkan brand seperti apa, cocok untuk apa, dan kondisi penggunaan yang tepat,” katanya.
Selain memaksimalkan fitur live, Rizky menyarankan pelaku usaha untuk terus berinovasi. Tidak hanya pada produk, tetapi juga melalui program promo seperti paket bundling yang mampu menarik minat pembeli.
“Kemudian ada beberapa brand yang menawarkan affiliate, itu sangat membantu pengusaha lokal. Ini strategi marketing mereka, dan program affiliate ini bahkan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Sementara itu, Head of International Expansion Hanasui, Manda Kautsari Putri, menambahkan bahwa penggunaan TikTok Shop sebagai tempat berjualan memberikan dampak besar bagi perkembangan brand. Dengan wilayah Indonesia yang luas, platform digital membantu memperkenalkan produk ke lebih banyak lapisan masyarakat.
“Tentu dampak ikut platform belanja daring mempermudah masyarakat mengenal pesan brand yang ingin disampaikan. Harus diakui, ini juga berdampak besar pada penjualan,” ujarnya.
Lebih jauh, Manda menjelaskan bahwa layanan belanja daring juga mendukung ekspansi Hanasui ke pasar Malaysia. Pada 2023, brand tersebut mulai masuk ke Negeri Jiran dan melihat pertumbuhan signifikan.
“Kita mulai offline, dan tahun ini pertumbuhan mencapai 600% karena sangat terbantu oleh platform e-commerce di Malaysia. Masyarakat di sana sudah sangat terekspos layanan digital, sehingga edukasi produk menjadi lebih mudah. Perkembangannya sangat cepat,” katanya.
(Feby Novalius)