Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsumen Indonesia Makin Selektif, Belanja Tak Hanya Cari Diskon

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2026 |21:05 WIB
Konsumen Indonesia Makin Selektif, Belanja Tak Hanya Cari Diskon
Konsumen Indonesia semakin selektif dalam berbelanja akibat tekanan biaya hidup. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Konsumen Indonesia semakin selektif dalam berbelanja akibat tekanan biaya hidup yang meningkat. Perilaku ini menuntut brand tidak sekadar menawarkan promosi, tetapi berperan sebagai spending partner, membantu konsumen merencanakan pengeluaran, memilih produk bernilai, dan memaksimalkan setiap transaksi.

Data tren Ramadhan sebelumnya menunjukkan pola yang konsisten, di mana puncak aktivitas belanja terjadi sekitar dua minggu sebelum hingga dua minggu setelah Ramadhan. Meski demikian, pola konsumsi kini semakin dipengaruhi oleh pertimbangan nilai dan perencanaan yang lebih matang.

Menurut Enterprise Business Director Infobip, Kukuh Prayogi, konsumen Indonesia kini tidak lagi sekadar mencari promosi, tetapi juga mempertimbangkan nilai dan relevansi dari setiap pembelian.

“Konsumen Indonesia memang dikenal price-sensitive. Dalam situasi ekonomi saat ini, mereka semakin aktif membandingkan harga, memperpanjang fase pertimbangan sebelum membeli, dan mulai melakukan riset lebih awal menjelang Ramadhan. Artinya, brand tidak cukup hanya hadir dengan promosi besar, tetapi harus mampu memberikan nilai yang benar-benar relevan bagi konsumen,” jelasnya, Sabtu (14/3/2026). 

Konsumen Beralih ke Konsumsi yang Lebih Terencana

Perubahan ini mendorong brand memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memahami pola belanja, menawarkan rekomendasi personal, dan membangun interaksi relevan dengan konsumen.

Jika beberapa tahun lalu perubahan terutama didorong oleh digitalisasi dan meningkatnya penetrasi smartphone, kini perubahan lebih dipengaruhi oleh pola konsumsi yang semakin cerdas dan terencana.

“Konsumen Indonesia saat ini tidak hanya ingin pengalaman digital yang cepat dan nyaman, tetapi juga ingin merasa bahwa brand memahami kebutuhan mereka secara personal. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang bersifat ‘one for all’ semakin sulit efektif,” tambah Yogi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement