Seiring meningkatnya ekspektasi konsumen, semakin banyak brand di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi AI untuk memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan. AI memungkinkan brand membaca pola perilaku konsumen dan mengidentifikasi niat belanja lebih awal, sehingga brand dapat beralih dari pendekatan reaktif menjadi lebih proaktif dalam berinteraksi dengan pelanggan.
Saat ini, sekitar 50% implementasi AI dalam messaging telah didukung oleh teknologi Generative AI, yang memungkinkan brand menciptakan konten, penawaran, dan rekomendasi produk yang lebih personal dalam skala besar. Namun demikian, penerapan AI juga perlu diimbangi dengan tata kelola data yang baik.
“Di pasar yang kompetitif seperti Indonesia, relevansi harus berjalan berdampingan dengan kepercayaan. Brand perlu memastikan penggunaan AI dilakukan secara transparan, dengan tetap menghormati consent dan perlindungan data pelanggan,” kata Yogi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.