Luhut Tolak PT Toba Pulp Lestari! Bikin Rusak Hutan di Tapanuli

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 13 Januari 2026 08:25 WIB
Luhut Tolak PT Toba Pulp Lestari! Bikin Rusak Hutan di Tapanuli (Foto: Setkab)
Share :

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menolak PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang telah merusak hutan di Tapanuli, Sumatera Utara.

"Kalau boleh jujur, saya sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Indorayon) sejak lebih dari 20 tahun lalu," tegas Luhut dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Luhut menceritakan alasan menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari. Sebab, banyak keluhan dari masyarakat. "Penolakan ini bukan tanpa alasan, karena saat mengemban amanah sebagai Menperindag pada era Presiden Gus Dur tahun 2001, saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau," kata Luhut

"Belum lagi kawasan hutan yang kian rusak. Dari situ saya belajar satu hal penting: pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat," sambung Luhut.

Luhut menceritakan pernah melihat demo masyarakat mengenai Indorayon, perusahaan yang kini menjadi Toba Pulp Lestari saat dirinya menjadi Menperindag. Demo ini mengenai Indorayon, lantas Luhut bertanya mengenai apa itu Indorayon dan perusaahan apa.

Luhut pun bertanya kepada masyarakat apa yang jadi keluhan demo. Hasilnya, banyak masyarakat menolak operasi Indorayon.

"Saya minta berhenti. Saya turun, saya tanya sama rakyat itu apa yang terjadi? 'Ini merusak lingkungan, Pak. Airnya ke danau Toba juga. Terus kemudian bau juga. Kemudian potongan kayu juga.' Jadi Anda bayangin, tahun 2001 saja, rakyat itu sudah paham mengenai lingkungan," cerita Luhut.

Usai pulang dari wilayah tersebut, Luhut pun secara langsung meminta Gus Dur untuk menutup operasi Indorayon. "Waktu itu zamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend aja. Kita tutup aja," kata Luhut.

Perusahaan itu pun pada akhirnya sempat ditutup. Namun karena lobi politik, perusahaan itu berjalan dan beroperasi kembali. "Perusahaan dibuka lagi karena lobinya luar biasa. Dan di situlah menurut saya pemotongan kayu kalau diurut nanti foto satelit bisa dilihat," katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya