Perdana Menteri Greenland mengatakan rakyatnya akan memilih Denmark daripada Amerika Serikat (AS) jika diminta membuat pilihan seperti itu "di sini dan sekarang".
Pernyataan itu disampaikan Jens-Frederik Nielsen pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan menjadi pernyataan terkuat dari perwakilan Greenland sejak Presiden AS Donald Trump kembali mengumumkan keinginan mencaplok wilayah otonom tersebut.
Trump mengatakan AS perlu "memiliki" Greenland untuk membela diri terhadap Rusia dan Tiongkok. Gedung Putih telah menyarankan membeli pulau itu, tetapi tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencaploknya.
Denmark adalah anggota NATO dan PM Frederiksen telah memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer akan mengakhiri aliansi pertahanan trans-Atlantik tersebut.
Dewan Eropa akan menggelar pertemuan luar biasa dalam beberapa hari ke depan untuk membahas rencana Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif yang dikaitkan dengan Greenland, kata Presiden Dewan Eropa Antonio Costa.
"Mengingat pentingnya perkembangan terkini dan guna memperkuat koordinasi, saya putuskan untuk menggelar pertemuan luar biasa Dewan Eropa dalam beberapa hari mendatang," tulis Costa di platform X pada Minggu (18/1).
Dia mengatakan negara-negara anggota Uni Eropa menegaskan kembali komitmen terhadap persatuan, hukum internasional, integritas teritorial, dan kedaulatan nasional, serta solidaritas dengan Denmark dan Greenland, termasuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Arktik, khususnya melalui NATO.
Costa menambahkan bahwa para anggota menilai tarif tersebut akan merusak hubungan transatlantik dan tidak sejalan dengan perjanjian dagang Uni Eropa-AS.
Selain itu, mereka menyatakan kesiapan menghadapi segala bentuk pemaksaan dan tetap membuka dialog konstruktif dengan AS terkait isu-isu yang menyangkut kepentingan bersama.