JAKARTA – Hujan deras yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menyebabkan banjir yang menggenangi sejumlah permukiman dan ruas jalan utama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 15.00 WIB terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan yang tergenang.
Banjir yang terjadi sepanjang hari ini berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Jakarta, tetapi juga meluas ke daerah penyangga Ibu Kota, mengingat sebagian besar pekerja di Jakarta bermukim di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Kerugian ekonomi terjadi di berbagai sektor seperti perdagangan atau ritel, di mana masyarakat yang khawatir ke luar rumah akibat informasi banjir yang merata, membuat berbagai pusat perdagangan seperti Tanah Abang, Mangga Dua, Glodok, Gunung Sahari, Kelapa Gading, dan mal, serta lain-lain sepi pengunjung," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, kepada Okezone.com, Kamis (22/1/2026).
Selain itu, transportasi darat baik bus, angkot, taksi manual maupun taksi online turut sepi karena terjebak macet. Transportasi udara juga terdampak, dengan sebanyak 109 penerbangan mengalami delay dan 31 penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dialihkan mendarat ke bandara lain (divert).
"Layanan logistik, omzet hotel, restoran, kafe juga menurun akibat berkurangnya pengunjung. Termasuk berbagai destinasi wisata di Jakarta yang sepi seperti Ancol, TMII, Ragunan, dan Kota Tua," ujarnya.
Perputaran uang akibat banjir di wilayah Jabodetabek juga turun signifikan karena pergerakan warga yang terbatas. Kerugian infrastruktur yang dialami masyarakat juga cukup besar, mulai dari rumah, berbagai perabot rumah tangga, kerusakan mobil dan motor, dan lainnya. Infrastruktur pemerintah antara lain kerusakan jalan, drainase, marka jalan, dan fasilitas umum lainnya.