"Sebagian besar penjualan REC masih didominasi oleh pelanggan industri berskala besar. Pada Desember 2025, sekitar 55% dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan dengan volume pembelian terbesar. Ini menunjukkan sektor industri menjadi motor utama dalam memanfaatkan energi bersih," jelas Adi.
Sejumlah perusahaan kenamaan dengan pembelian REC tertinggi berasal dari sektor industri seperti pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, hingga industri makanan dan bahan baku. Volume REC masing-masing pelanggan bervariasi, dengan pembelian tertinggi mencapai 779.000 megawatt hour (MWh) dan pembelian terendah 93.966 MWh.
"PLN menegaskan akan terus memperkuat layanan REC sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia mendukung target transisi energi nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan industri yang ingin berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan," ucap Adi.
(Feby Novalius)