JAKARTA - Harga emas diprediksi terus meningkat pada pekan ini. Bahkan, harga logam mulia diperkirakan akan menyentuh Rp3 juta per gram.
Menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, harga logam mulia kemungkinan tidak akan menembus Rp3.100.000 pada pekan ini, namun tetap diperkirakan berada di atas Rp3 juta per gram.
Kenaikan harga emas dunia dan logam mulia disebabkan sejumlah faktor, termasuk ketegangan geopolitik, perang dagang, dinamika politik Amerika Serikat, serta mekanisme penawaran dan permintaan global.
Pasca meredanya ketegangan terkait Greenland, situasi ini sempat membawa angin segar terhadap dinamika politik Denmark terkait wilayah tersebut. Saat terjadi pertemuan dan kesepakatan bahwa AS dapat mengakses Greenland, seharusnya kondisi ini menekan harga emas. Namun, ketika Presiden AS Donald Trump menginisiasi perdamaian antara Uni Eropa dan isu Gaza, sejumlah negara Eropa menolak bergabung, sehingga dampak positif terhadap harga emas menjadi terbatas.
"Walaupun ada kesepakatan Greenland, pemimpin Uni Eropa dan AS memanas. Terbukti mereka menolak bergabung," ujarnya.
Selain itu, armada laut AS yang sebelumnya berada di Laut China Selatan kini telah merapat ke Timur Tengah. Trump pun memberi peringatan kepada Iran terkait eksekusi demonstran dan pengembangan reaktor nuklir.
"AS juga memblokade minyak terhadap Kuba, pasca Presiden Venezuela ditangkap, sehingga seluruh perekonomian, termasuk sektor minyak, diawasi ketat," tambahnya.
Baca Selengkapnya: Harga Emas Antam Diprediksi Tembus Rp3 Juta Pekan Ini
(Feby Novalius)