Dia menjelaskan, saat ini Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan BEI menyajikan 9 jenis data investor dari kepemilikan individu, reksa dana, korporasi dan lainnya. Selanjutnya dari kepemilikan tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu asing dan domestik, serta pengelompokan pemilik di bawah 5 persen dan di atas 5 persen.
"Ini teman-temen KSEI sedang merumuskan, nanti akan kita tambah lagi beberapa jenis investor di bawahnya. Tapi 9 itu tetap fix, tapi akan ada tambahan. Terutama untuk institutional client, ini kan macam-macam, ada asset management, ada private equity, venture capital SWF, itu yang nanti akan kita detailkan," tambahnya.
Dia menargetkan, penyesuaian klasifikasi jenis investor ini dapat rampung sebelum bulan Mei mendatang. Sehingga pada bulan Juni tidak ada sentimen pasar yang berpengaruh dalam terhadap pergerakan indeks pasca rilis MSCI, seperti yang terjadi hari ini.
"Jadi poin yang paling penting adalah, data yang disajikan oleh kita di Indonesia, baik dari perusahaan tercatat maupun KSEI, insyaallah data yang benar dan akurat. Cuman sekarang mungkin karena kebutuhan data (MSCI) ini belum match (sesuai keinginan)," pungkasnya.
(Taufik Fajar)