“Ini penting sekali, karena pemerintah kita ditekan-tekan, dan saya pun ditekan untuk commit phase out fossil fuels, kita phase out batu bara, minyak, dan gas alam. Ini kita tolak. Kita tetap commit, tapi namanya phase down,” ujar Hashim.
Meski begitu, Hashim menyampaikan bahwa energi listrik ke depan akan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). Ia pun mengklaim bahwa pengembangan EBT ini juga mencakup tenaga nuklir.
“Ini sudah commit 500 megawatt, tapi nanti akan ditambah lagi dengan 6,5 gigawatt tenaga nuklir,” katanya.
(Feby Novalius)