JAKARTA - Penggabungan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping, dan PT Kilang Pertamina Internasional menjadi satu dinilai sebagai langkah rasional dan efisien. Merger ini tidak hanya menyederhanakan struktur organisasi, tetapi juga mengintegrasikan fungsi kilang, pengangkutan, dan niaga dalam satu manajemen, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memperkuat daya saing Pertamina Group.
Menurut pengamat energi Sofyano Zakaria, kebijakan tersebut merupakan strategi rasional, terukur, dan memiliki dasar kuat dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh, baik dari sisi operasional, efisiensi biaya, maupun perolehan laba.
"Langkah merger ini bukan sekadar penyederhanaan struktur organisasi, melainkan bagian dari transformasi bisnis yang selama ini memang dibutuhkan di tubuh Pertamina Group," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, selama ini terdapat pemisahan fungsi yang terlalu kaku antara lini pengolahan (kilang), pengangkutan (shipping), dan distribusi serta niaga (trading).
“Padahal, ketiga fungsi tersebut sejatinya merupakan satu rantai nilai (value chain) yang saling terkait dan sangat menentukan efisiensi biaya serta kecepatan pengambilan keputusan," tambah Sofyano.
Dengan bergabungnya ketiga entitas tersebut, koordinasi operasional akan menjadi jauh lebih efektif. Pengadaan, pengiriman, pengolahan, hingga distribusi produk BBM dan turunannya bisa berada dalam satu kendali manajemen yang terintegrasi. Hal ini diyakini akan meminimalkan tumpang tindih kebijakan, mempercepat proses logistik, serta mengurangi biaya tidak perlu yang selama ini muncul akibat birokrasi antarperusahaan dalam satu grup yang sama.
Sofyano menegaskan bahwa dari perspektif bisnis energi modern, integrasi seperti ini merupakan praktik yang lazim dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia. Integrasi hulu ke hilir dalam satu sistem manajemen membuat perusahaan mampu mengendalikan biaya produksi, biaya transportasi, dan biaya distribusi secara lebih presisi. Dampaknya langsung terasa pada meningkatnya margin keuntungan dan daya saing perusahaan.
Lebih jauh, ia melihat bahwa potensi efisiensi dari merger ini sangat besar. Selama ini, masing-masing entitas memiliki struktur manajemen, sistem administrasi, sistem pengadaan, serta kebijakan operasional yang berdiri sendiri.
“Dengan penyatuan ini, banyak fungsi yang dapat disederhanakan tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Efisiensi pada level manajemen dan operasional inilah yang nantinya akan menjadi sumber peningkatan kinerja keuangan perusahaan,” tambah Sofyano.
(Feby Novalius)