Sofyano menegaskan bahwa dari perspektif bisnis energi modern, integrasi seperti ini merupakan praktik yang lazim dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia. Integrasi hulu ke hilir dalam satu sistem manajemen membuat perusahaan mampu mengendalikan biaya produksi, biaya transportasi, dan biaya distribusi secara lebih presisi. Dampaknya langsung terasa pada meningkatnya margin keuntungan dan daya saing perusahaan.
Lebih jauh, ia melihat bahwa potensi efisiensi dari merger ini sangat besar. Selama ini, masing-masing entitas memiliki struktur manajemen, sistem administrasi, sistem pengadaan, serta kebijakan operasional yang berdiri sendiri.
“Dengan penyatuan ini, banyak fungsi yang dapat disederhanakan tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Efisiensi pada level manajemen dan operasional inilah yang nantinya akan menjadi sumber peningkatan kinerja keuangan perusahaan,” tambah Sofyano.
(Feby Novalius)