Pelaku Usaha Pelabuhan Keluhkan Layanan Bongkar Muat Barang Bikin Antrean Panjang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 07:23 WIB
Pelaku Usaha Pelabuhan Keluhkan Layanan Bongkar Muat Barang Bikin Antrean Panjang (Foto: Freepik)
Share :

Waktu Tunggu Kapal Lebih Lama

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Sebastian Wibisono mengatakan waktu tunggu kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meningkat tajam. Proses sandar dan bongkar muat berlangsung lebih lama dibanding periode normal. 

Keterlambatan terjadi akibat keterbatasan alat bongkar muat. Sejumlah crane dinilai sudah tua. Kondisi ini terlihat di Terminal Peti Kemas Nilam dan Terminal Peti Kemas Mirah di Pelabuhan Tanjung Perak. Kapasitas ideal Container Processing Area berkisar 30 hingga 40 kontainer per jam. Realisasi di lapangan saat ini hanya sekitar 10 kontainer per jam. Produktivitas dinilai turun signifikan. 

Bukan hanya di Surabaya. Di Pelabuhan Belawan Medan, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Utara Surianto Butong mengatakan kapal sulit bersandar karena ada pendangkalan alur Pelabuhan. Akibatnya, kapal yang bersandar hanya kapal yang ukuran lebih kecil, yakni yang hanya bisa memuat 200-300 TEUS. Biasanya kapal yang bersandar yang bermuatan 400 – 500 TEUS bahkan sampai 1000 TEUS.

Dari Pelabuhan Merauke Papua Selatan, Ketua DPC ALFI Merauke Abi Bakri Alhamid mengatakan kapal-kapal molor bersandar hingga 3-4 hari dari jadwal. Hal ini karena keterbatasan depo peti kemas di pelabuhan. Barang turun dari kapal masih harus menunggu pembongkaran di depo. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan masih dilakukan dengan sistem lama, seperti stripping di dalam pelabuhan. 

Bahkan menurut informasi di Lokasi, waktu tunggu kapal sandar bisa 7-10 hari, setelah sandar pun yang biasanya 2 hari  selesai, saat ini menjadi 3-5 harian, jadi kapal tiba sampai berangkat lagi 10-15 hari.

Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai untuk dapat memberikan pelayanan optimal, pelabuhan di Indonesia perlu meningkatkan kesiapan yang berkelanjutan dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). 

“Saya melihat di media memang ada informasi terkait layanan pelabuhan ini, tetapi saya kira ini dinamika yang terjadi karena memang cuaca ekstrim dan terjadi di terminal curah. Untuk itu, saya kira, perlu kesiapan berkelanjutan baik infrastruktur maupun SDM untuk memberikan layanan yang optimal bagi pengguna jasa,” kata Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto.

Menurut Carmelita, kalaupun ada kendala pada sarana bongkar muat,   tentunya tidak bisa digeneralisir dan tidak pada semua sarana. “Dan kami percaya semua pihak yang bertangggung jawab selalu berusaha mengatasinya. Di sisi lain, percepatan pelayanan, juga sangat dipengaruhi kesiapan infrastruktur layanan pelabuhan maupun SDM. Ya kita harap ini terus bisa ditingkatkan,” tutup Carmelita.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya