Pertanian RI Butuh Teknologi Canggih untuk Hadapi Tantangan Global

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 17:31 WIB
Pupuk Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ekosistem inovasi pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan nasional melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan akademisi, peneliti, profesional, hingga pelaku startup. Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong lahirnya solusi inovatif yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri di Indonesia.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menyampaikan bahwa penguatan inovasi menjadi salah satu instrumen strategis perusahaan dalam membangun riset yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Penguatan inovasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan sektor pertanian dan mendukung agenda swasembada pangan nasional,” ujar Jamsaton, Jumat (6/2/2026).

Dia menjelaskan, Pupuk Indonesia mengadopsi pendekatan open innovation untuk menyerap gagasan-gagasan transformatif dari berbagai pihak. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi sekaligus menjawab isu keberlanjutan di sepanjang rantai nilai pertanian.

Kolaborasi yang dibangun mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pertanian presisi dan digitalisasi, ketahanan terhadap perubahan iklim, penguatan rantai pasok, hingga peningkatan keandalan proses dan fasilitas produksi.

“Berbagai fokus inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dari hulu hingga hilir, baik dari sisi teknis budidaya, distribusi, keberlanjutan lingkungan, maupun efisiensi proses produksi,” kata Jamsaton.

Lebih lanjut, Jamsaton menekankan bahwa penguatan ekosistem inovasi tidak berhenti pada pengembangan ide, tetapi juga diarahkan agar hasil riset dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan secara nyata oleh industri dan masyarakat.

 

“Kami percaya inovasi yang lahir dari kolaborasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan efisiensi produksi, ketahanan sistem distribusi, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” tegasnya.

Menurut dia, peran perusahaan ke depan adalah menjadi penghubung antara dunia industri, akademisi, dan peneliti agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi maupun sosial.

“Kami berharap kolaborasi yang terbangun dapat mendukung Pupuk Indonesia menjadi lebih berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Jamsaton.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya