Dalam kesempatan tersebut, salah satu pengurus koperasi perikanan berbagi pengalaman mengelola sistem rantai dingin. Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, Jawa Tengah, menuturkan lima kunci keberhasilan usaha kendaraan berpendingin, yakni hasil tangkapan nelayan, penghitungan ongkos jasa distribusi yang presisi, seleksi tenaga kerja pengemudi, servis berkala kendaraan, hingga pengurus/pengelola yang berintegritas.
"Pengelola yang berintegritas dan pengemudi yang jujur, usahanya jadi lancar," kata Sugito.
Hal serupa disampaikan Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera. Ia mengatakan fondasi kesuksesan koperasi rantai dingin terletak pada kesamaan visi serta integritas para pengurus. Pengelola cold storage portable 10 ton tersebut menekankan pengurus yang berintegritas pasti bertanggung jawab.
"Ini faktor keberhasilan usaha yang dikelola koperasi," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan KNMP sebagai program terobosan pemerintah untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi lebih modern dan produktif. Untuk itu, KKP membangun sarana prasarana pendukung kegiatan perikanan, hingga infrastruktur sosial bagi nelayan dalam satu kawasan, seperti dermaga, cold storage, bengkel kapal, balai pelatihan, hingga fasilitas kuliner.
(Feby Novalius)