Intip Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 12 Februari 2026 14:09 WIB
Intip Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global (Foto: Dokumentasi)
Share :

Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Struktur Kepemimpinan

Selain sebagai forum pembahasan kebijakan strategis, Munas IISIA 2026 juga menjadi momentum penting secara organisasi melalui pelaksanaan Rapat Pleno Anggota. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban beserta laporan dari masing-masing komite yang mencakup isu pengendalian impor dan trade remedies, energi dan bahan baku, perkembangan organisasi, hingga pembahasan perubahan anggaran dasar.

Agenda ini juga menetapkan pengangkatan Executive Committee periode 2026–2030, serta pemilihan dan pengangkatan Chairman, Vice Chairman, dan para Ketua Kluster untuk masa bakti yang sama.

Melalui Munas 2026, IISIA menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat posisi industri baja sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Di tengah tekanan geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan dinamika perdagangan global, industri baja Indonesia dituntut bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk naik kelas.

Karena dalam ekosistem industri modern, kedaulatan bukan sekadar slogan ia harus dibangun melalui strategi, kolaborasi, dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Anggota dan ketetapan MUNAS 2026, berikut adalah susunan pengurus untuk periode 2026–2030:

Chairman : Akbar Djohan
Vice Chairman I : Ismail Mandry
Vice Chairman II : Tony Taniwan
Vice Chairman III : Stephanus Koeswandi
Dan Beberapa Ketua Klaster

Intervensi Negara sebagai Penentu Utama

Sebagai penutup, IISIA menegaskan bahwa masa depan baja nasional tidak boleh hanya bergantung pada mekanisme pasar. Diperlukan kehadiran negara melalui kebijakan yang tegas.

“Masa depan baja nasional ditentukan oleh keberanian negara dalam mengambil pilihan kebijakan. Kita membutuhkan pengelolaan impor yang ketat, pengendalian investasi pada sektor yang sudah jenuh, penegakan standardisasi SNI yang konsisten, serta perlindungan kapasitas strategis di tengah dinamika perdagangan global,” pungkas Akbar Djohan.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya