MBG Beri Dampak Besar, Penjualan Kendaraan hingga Omzet Petani Meroket

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 14 Februari 2026 15:22 WIB
MBG Beri Dampak Besar, Penjualan Kendaraan hingga Omzet Petani Meroket. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memicu efek berantai pada berbagai sektor ekonomi. MBG turut mendorong lonjakan penjualan kendaraan bermotor hingga jutaan unit sepanjang 2025.

"Ternyata program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian untuk menjadi bahan baku, tapi juga berdampak terhadap ekonomi lainnya," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Ia mengungkapkan, data dari salah satu agen tunggal pemegang merek menunjukkan angka penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025. Kenaikan tersebut, menurutnya, berkorelasi dengan bertumbuhnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

"Ternyata dari data AHM, kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025, dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya dapat laporan di SPPG itu, pegawainya sekarang 60 persen beli motor," Dadan menerangkan.

Dadan menjelaskan, peningkatan daya beli pegawai SPPG menjadi salah satu faktor pendorong. 

"Jadi kalau ada 50 orang, kali 60 persen artinya 30 orang beli motor, sehingga (penjualan) motornya naik," paparnya.

Tak hanya sepeda motor, sektor otomotif roda empat juga ikut terdampak. Ia menyebut salah satu merek mobil yang sebelumnya kurang diminati kini mengalami peningkatan permintaan signifikan karena kebutuhan operasional SPPG.

"Kemudian juga berdampak terhadap salah satu merek mobil yang sedang beredar di masyarakat dan itu populer, yang selama ini mungkin tidak laku, karena satu WPBG butuh dua mobil, kalau sekarang sudah ada 23.000 SPPG, itu artinya dibutuhkan 46.000 mobil jenis itu, dan sekarang termasuk mobil yang sulit dicari," beber Dadan.

Dampak MBG pun terasa di sektor pertanian dan pangan. Petani hidroponik disebut mengalami lonjakan omzet hingga dua kali lipat. 

"Petani hidroponik senang, karena naik omzetnya 100 persen," tutur Dadan.

 

Tak hanya itu, pelaku usaha kecil seperti produsen tahu yang sempat terpuruk kini kembali menggeliat. "Ada pengusaha tahu yang sudah hampir bangkrut, sekarang bangkit kembali," ujarnya.

Di sektor peternakan, peningkatan permintaan susu juga mendorong ekspansi produksi. Peternak di Boyolali dan Bandung mulai memproduksi susu pasteurisasi dan membangun fasilitas penyimpanan dingin untuk menopang distribusi.

"Ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolali, di Bandung, sudah membuat susu pasteurisasi, dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasok kebutuhan susu, di mana satu SPPG setiap hari butuh 450 liter susu," ucapnya

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya