“Nanti kalau sudah 7 persen tentu ada strategi untuk mengubah struktur perekonomian. Sekarang belum dijalankan sekarang (kami) mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal," tegasnya.
Di tengah ambisi pertumbuhan tersebut, Menkeu memastikan pemerintah tetap memegang teguh prinsip disiplin fiskal dengan menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia meyakini bahwa pertumbuhan tinggi tidak selalu berarti harus menambah beban utang secara berlebihan.
Purbaya mengambil contoh keberhasilan masa lalu di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, namun rasio utang justru melandai karena sektor swasta berperan aktif sebagai motor penggerak utama.
“Kalau sektor swasta bergerak kuat, utang bisa tetap terkendali, bahkan turun, sementara ekonomi tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Strategi ke depan akan mengandalkan kolaborasi dua mesin utama, yakni efektivitas belanja pemerintah dan penguatan ekspansi sektor swasta untuk mencapai target ekonomi nasional tanpa mengguncang stabilitas fiskal.
(Taufik Fajar)