Siapakah Pemilik Tiffany and Co yang Tokonya Disegel Bea Cukai Indonesia?

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 16 Februari 2026 21:10 WIB
Siapakah pemilik Tiffany and Co yang tokonya disegel Bea Cukai Indonesia? (Foto: Okezone.com/Tiffany and Co)
Share :

JAKARTA — Siapakah pemilik Tiffany and Co yang tokonya disegel Bea Cukai Indonesia?

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan penyegelan terhadap tiga butik perhiasan mewah internasional, Tiffany & Co, yang berlokasi di pusat perbelanjaan papan atas Jakarta: Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place.

Petugas menduga adanya pelanggaran administrasi kepabeanan berupa barang-barang bernilai tinggi (high-value goods) yang tidak dicantumkan dalam Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

Kepala Seksi Penindakan Kanwil Bea Cukai Jakarta, Siswo Kristyanto, menyatakan pihaknya sedang mencocokkan data barang di toko dengan dokumen laporan impor resmi. Sementara itu, barang-barang tersebut disegel di dalam brankas dan operasional toko dihentikan sementara.

Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, jika terbukti melanggar, perusahaan terancam sanksi administrasi berupa denda hingga 1.000 persen dari nilai kepabeanan atau pajak impor yang seharusnya dibayarkan.

Sejarah Tiffany & Co

Tiffany & Co didirikan pada 1837 dan berkembang menjadi rumah perhiasan terkenal di dunia karena inovasi tanpa henti dan keahlian yang luar biasa.

Charles Lewis Tiffany adalah pendiri Tiffany & Co. Putranya, Louis Comfort Tiffany (LCT), memperoleh reputasinya sendiri sebagai perancang Amerika terkemuka pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Dihormati karena lampu dan jendela kaca patri yang brilian, LCT merangkul alam sebagai tema dekoratif dalam desainnya.

Setelah Charles Tiffany meninggal pada tahun 1902, LCT diangkat sebagai direktur desain pertama perusahaan. Dalam peran ini, ia mendirikan departemen Perhiasan Artistik Tiffany di toko Fifth Avenue, tempat desain inovatifnya diciptakan dan dibangun di atas warisan keahlian Tiffany yang telah lama ada—sebuah tradisi yang berlanjut hingga saat ini.

 

Sebagai pelukis terkemuka dan pemimpin gerakan Art Nouveau, LCT membawa kepekaan desain Amerika yang khas ke dalam perhiasan dan objek Tiffany.

Terinspirasi oleh motif alam—bunga dan dedaunan, buah-buahan dan serangga—serta beragam lanskap Amerika, LCT dikenal karena desain organiknya. Di tangannya, garnet menyerupai buah beri dengan daun enamel hijau; opal motif anggur mengingatkan pada pepohonan di New England; dan opal hitam, garnet demantoid, serta platinum membentuk bros capung yang menakjubkan.

Hingga satu abad kemudian, karya LCT yang berakar pada naturalisme tetap memengaruhi desain Tiffany.

Sikap Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk memastikan terciptanya iklim usaha yang adil (fair) bagi pelaku usaha di dalam negeri serta menjaga integritas pasar Indonesia.

“Pokoknya, impor ilegal pasti akan ditutup dan disegel. Semua harus kembali ke jalur legal. Kalau petugas Bea Cukai tidak bertindak, mereka bisa ditangkap. Sekarang mereka menjalankan tugas supaya pasar kita bersih dari barang ilegal, sehingga persaingan di dalam negeri berjalan fair,” tegas Purbaya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya