Guna meredam pelemahan lebih lanjut, Bank Indonesia meningkatkan intensitas stabilisasi melalui tiga jalur utama yakni intervensi pasar, instrumen portofolio dan uang primer.
“Alhamdulillah selama dua bulan ini investasi portofolio asing terus masuk, sudah ada net flow dan itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” ungkap Perry.
Perlu diketahui, bank sentral memandang tingkat inflasi Indonesia masih sangat konsisten dengan sasaran 2,5±1 persen untuk tahun 2026 dan 2027.
Dengan inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang meningkat, BI memproyeksikan rupiah akan bergerak stabil dalam jangka menengah.
(Taufik Fajar)