Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak perlu dilihat dari sisi keberlanjutannya. Berdasarkan pengalaman konflik sebelumnya, lonjakan harga kerap bersifat sementara.
"Kalau kita lihat perang Rusia-Ukraina atau serangan Israel ke Iran tahun lalu, harga sempat naik, tapi langsung turun lagi. Jadi kita lihat. Kalau nanti Selat Hormuz ditutup, mungkin itu akan cukup problematik, tapi kita lihat satu minggu ke depan. Mudah-mudahan kita doakan ini bisa cepat selesai. Ada jalan damai," tandasnya.
(Feby Novalius)