Mendag Panggil Eksportir Mitigasi Dampak Perang AS‑Israel vs Iran

Rohman Wibowo, Jurnalis
Kamis 05 Maret 2026 15:43 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso akan segera menggelar pertemuan dengan para eksportir. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso akan segera menggelar pertemuan dengan para eksportir, termasuk anggota Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), untuk memitigasi risiko sekaligus memetakan peluang bisnis terkait konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Pertemuan ini akan membahas komoditas yang berpotensi terganggu rantai distribusinya, khususnya produk yang tujuan ekspornya melewati atau beririsan dengan Selat Hormuz, serta ketersediaan bahan baku industri yang dibutuhkan eksportir.

“Kami akan membahas problem apa, saya ingin tahu secara teknis kira-kira masalahnya di mana. Yang jelas, produk-produk yang menggunakan bahan baku impor bisa saja terganggu,” kata Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Budi menekankan pemerintah bakal mengalihkan ekspor ke negara-negara yang minim terdampak konflik. Ia memastikan tensi konflik yang belum mereda hingga kini bakal memengaruhi neraca perdagangan, termasuk daya ekspor nasional ke negara-negara tujuan utama, seperti kawasan Eropa dan Timur Tengah.

“Kami cari diversifikasi pasar yang tidak terdampak, ya, yang tidak terdampak perang ini. Negara-negara yang belum terdampak masih banyak, tapi kami juga harus jeli mempertimbangkan. Kami akan survei benar apakah daerah itu memang tidak banyak terganggu,” jelas Budi.

 

“Sudah memetakan mana negara-negara di Asia Tenggara dan Afrika, yang kami masuki untuk mengisi kekosongan pasar,” imbuhnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca ekspor RI ke negara-negara yang perdagangannya bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz tercatat cukup signifikan. Misalnya, neraca ekspor RI ke Mesir sebesar USD1,527 juta dan ke Rusia senilai USD1,740 juta.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya