Gangguan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak ke USD100, Defisit APBN Bisa Bertambah Rp204 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 14 Maret 2026 17:02 WIB
Gangguan pasokan energi dapat memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional. (foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Berdasarkan sensitivitas APBN 2026, setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 1 dolar AS per barel selama satu tahun anggaran berpotensi menambah defisit APBN sekitar Rp6,80 triliun.

“Kenaikan harga minyak memang menambah pendapatan negara dari sektor hulu migas sekitar Rp3,50 triliun. Namun pada saat yang sama, belanja negara juga meningkat sekitar Rp10,30 triliun dalam satu tahun anggaran,” jelasnya.

Dengan asumsi ICP dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel, peningkatan harga minyak global dapat berdampak signifikan terhadap defisit anggaran. Jika rata-rata ICP sepanjang 2026 mencapai 90 dolar AS per barel, tambahan defisit APBN diperkirakan mencapai sekitar Rp136 triliun.

Sementara itu, apabila harga minyak rata-rata menembus 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun, tambahan defisit APBN berpotensi meningkat hingga sekitar Rp204 triliun.

Komaidi menilai kondisi ini perlu diantisipasi oleh pemerintah mengingat volatilitas harga energi global sangat dipengaruhi dinamika geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya