JAKARTA – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat total volume penjaminan mencapai Rp27,68 triliun hingga Februari 2026 atau menjangkau 403.986 debitur. Capaian ini turut mendukung penyerapan 1,83 juta tenaga kerja, menunjukkan kontribusi nyata Jamkrindo dalam memperkuat akses pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Plt Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM.
“Kinerja penjaminan hingga Februari 2026 menunjukkan komitmen Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Melalui layanan penjaminan yang kami berikan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Abdul Bari, Selasa (17/3/2026).
Selain mendorong pertumbuhan bisnis, Jamkrindo terus melakukan inisiatif untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mitra lembaga keuangan dan pelaku usaha. Upaya ini dilakukan melalui penguatan proses bisnis, peningkatan kapasitas layanan penjaminan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efisiensi dan kecepatan layanan.
Di sisi tata kelola, Jamkrindo memperkuat manajemen risiko, kepatuhan, dan penerapan prinsip good corporate governance (GCG) untuk memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas.
“Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Jamkrindo juga terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola perusahaan. Hal ini memastikan setiap layanan penjaminan tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” tambah Abdul Bari.
Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan penjaminan yang mendukung akses pembiayaan pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
“Keberhasilan Jamkrindo tidak hanya diukur dari angka kinerja, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha. Banyak UMKM yang tumbuh dan naik kelas melalui dukungan penjaminan dan pendampingan kami,” kata Abdul Bari.
(Feby Novalius)