Setelah melalui proses perancangan dan seleksi, desain karya Soedarsono ditetapkan sebagai rancangan resmi pada 1961. Pembangunan dimulai pada 17 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dimensi Monas dirancang sarat makna simbolik. Angka 17, 8, dan 45 merepresentasikan tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945. Hal ini diabadikan dalam ukuran bangunan, mulai dari tinggi pelataran cawan hingga luas area tertentu di kawasan monumen.
Monas menjulang setinggi 132 meter di atas kawasan seluas sekitar 80 hektare. Pada puncaknya terdapat lidah api berlapis emas seberat sekitar 35 kilogram yang melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tak pernah padam.
Di dalam Monas terdapat Museum Sejarah Nasional yang menyajikan diorama perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari masa kerajaan Nusantara hingga era modern. Museum yang berada di bagian bawah monumen tersebut menghadirkan pengalaman edukatif yang interaktif dan informatif bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Keberadaan Monas sejak awal memang ditujukan untuk mengenang perjuangan bangsa pada masa revolusi kemerdekaan serta membangkitkan semangat patriotisme generasi penerus.
(Feby Novalius)