Meski Jumlah Pemudik Turun, Perputaran Uang Lebaran Tembus Rp148 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 20 Maret 2026 19:05 WIB
Perputaran Uang Lebaran Tembus Rp148 Triliun. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Momentum mudik Idul Fitri 1447 H tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Meski jumlah pemudik tahun ini diperkirakan turun tipis, potensi perputaran uang justru meningkat signifikan hingga menembus Rp148 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini turun 1,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 146,4 juta orang.

Namun, penurunan jumlah pemudik tidak mengurangi besarnya dampak ekonomi. Dengan asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang, jumlah pemudik setara dengan 35,97 juta kepala keluarga. Jika setiap keluarga membawa dana sekitar Rp4,125 juta, naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya, maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp148,39 triliun.

Bahkan, dalam skenario optimistis, angka tersebut berpotensi meningkat hingga Rp161,88 triliun apabila rata-rata pengeluaran keluarga mencapai Rp4,5 juta selama periode mudik dan libur Lebaran.

Sarman menjelaskan, tingginya potensi perputaran uang ini didorong oleh berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah. Di sektor transportasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon tarif. Insentif tersebut meliputi potongan hingga 30 persen untuk kereta api, angkutan laut, serta tarif tol di sejumlah ruas utama, hingga diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17–18 persen.

Selain itu, kebijakan diskon penyeberangan berupa pembebasan tarif jasa kepelabuhanan juga turut mendorong mobilitas masyarakat dengan target jutaan penumpang dan kendaraan selama periode mudik.

Dari sisi daya beli, pemerintah menganggarkan sekitar Rp65 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan pensiunan—meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, THR sektor swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun untuk 26,5 juta pekerja.

Tambahan perputaran uang juga berasal dari kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online dan kurir yang diperkirakan mencapai Rp220 miliar untuk sekitar 850 ribu penerima.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama lima hari di sekitar periode Lebaran guna mengurai kepadatan arus mudik dan balik, yang dinilai turut menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Perputaran uang selama Lebaran diperkirakan akan tersebar luas, terutama di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Dana tersebut umumnya digunakan untuk kebutuhan transportasi, konsumsi, oleh-oleh, pakaian baru, hingga aktivitas sosial seperti pemberian THR, zakat, dan sedekah.

Tak hanya itu, sektor UMKM di daerah juga diprediksi merasakan dampak positif melalui peningkatan omzet, khususnya di sektor kuliner, kerajinan, hingga destinasi wisata lokal.

 

Untuk mendukung kebutuhan likuiditas masyarakat, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun selama periode Ramadan dan Lebaran 2026.

Sarman menilai lonjakan konsumsi rumah tangga selama Lebaran yang diperkirakan meningkat 10–15 persen menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang ditargetkan berada di kisaran 5,4–5,5 persen.

“Dengan rangkaian momentum sejak awal tahun seperti libur Natal dan Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran, kami optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I dapat mencapai target,” ujar Sarman dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat, terutama terkait ketersediaan energi. Stabilitas pasokan BBM dan gas dinilai krusial di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi.

Iqbal Dwi Purnama

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya