JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan sekitar Rp9,5 triliun untuk program hilirisasi tujuh komoditas strategis dengan target 870 ribu hektare kebun rakyat pada periode 2025–2027.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, hilirisasi akan difokuskan pada komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, jambu mete, lada, dan pala sebagai upaya memperkuat ketersediaan bahan baku sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan di dalam negeri.
“Kami rancang hilirisasi melalui replanting dan tanam baru di berbagai komoditas tersebut. Dengan penguatan ini, kami optimistis mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” ujarnya, Sabtu (22/3/2026).
Mentan menekankan pentingnya mempercepat hilirisasi sektor pertanian sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, hilirisasi merupakan keniscayaan dan ekspor bahan mentah harus dihentikan.
“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian komoditas pertanian Indonesia masih dijual dalam bentuk bahan baku sehingga margin keuntungan terbesar justru dinikmati oleh negara pengolah. Karena itu, hilirisasi yang terstruktur dan terintegrasi dari hulu hingga hilir penting dilakukan.