Pada 2024, parlemen UK mengadakan penyelidikan untuk membuktikan apakah anak-anak mengakses pornografi di OnlyFans. Leonid dan perusahaannya mengklaim masalah yang diselidiki hanyalah "masalah teknis".
Ofcom, regulator komunikasi dan otoritas persaingan di UK, akhirnya menghentikan penyelidikan tersebut. Namun, OnlyFans dijatuhi denda sekitar £1 juta (Rp22 miliar).
Mereka dinyatakan tidak menindaklanjuti secara akurat permintaan informasi dari Ofcom tentang langkah-langkah yang telah diterapkan untuk memverifikasi usia penggunanya.
Secara aturan hukum, para pengguna OnlyFans seharusnya berusia 18 tahun atau lebih.
Di tengah meningkatnya tekanan dan pengawasan terhadap kontennya, OnlyFans menguraikan rencana pada Agustus 2021 untuk berhenti mengizinkan materi seksual di platform tersebut.
Namun OnlyFans membatalkan rencana tersebut beberapa hari kemudian, setelah "mendapat reaksi negatif yang kuat dari pengguna dan pelaku industri hiburan dewasa".
OnlyFans juga terlibat dalam persoalan hukum dengan sejumlah pihak, termasuk beberapa orang yang merasa tertipu setelah menemukan bahwa obrolan yang mereka kira mereka lakukan dengan kreator OnlyFans sebenarnya dikelola oleh pihak ketiga yang dibayar secara tidak layak.
Berbagai kasus hukum tersebut sejauh ini belum membuat OnlyFans dijatuhi hukuman oleh pengadilan.
Leonid Radvinsky lulus dengan gelar ekonomi dari Universitas Northwestern dan, menurut situs perusahaannya, tinggal di Florida. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Leonid sebesar USD4,7 miliar (sekitar Rp79 triliun).
Sebelum kematiannya, Leonid mempertimbangkan untuk menjual OnlyFans pada 2025. Selain OnlyFans, Leonid telah berinvestasi di perusahaan teknologi melalui perusahaan modal ventura yang berbasis di Florida, Leo.com.
Leonid juga diklaim memiliki kegiatan filantropinya, termasuk berdonasi ke Memorial Sloan Kettering Cancer Center, menurut situs OnlyFans.
(Dani Jumadil Akhir)