JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan harga material konstruksi akan mengalami kenaikan imbas konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah beberapa waktu belakangan, yang mengerek harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar.
Dody mengatakan, material konstruksi yang diperkirakan bakal naik antara lain semen, besi, baja, hingga aspal yang saat ini masih banyak didatangkan dari impor. Namun, demikian belakangan belum ada penyesuaian harga dari material-material tersebut.
"Sementara belum ada kenaikan, tetapi saya yakin nanti akan ada kenaikan, cuman sementara ini belum, pada saatnya kita informasikan kalau nanti misal harga-harga besi, semen, naik tinggi," ujarnya di Kantor Kementerian PU, Kamis (2/4/2026).
Meski demikian, Dody mengatakan pihaknya juga akan melakukan penyesuaian nilai kontrak bagi proyek-proyek yang sudah ditenderkan. Sehingga beban kenaikan harga bahan baku tidak ditanggung sendiri oleh para kontraktor. Namun hingga saat ini, Kementerian PU masih menghitung ulang eskalasi nilai kontrak untuk beberapa proyek.
"Mau tidak mau kita akan lakukan eskalasi kontrak. Tapi sejauh ini belum kita lakukan, pada saatnya kita akan sampaikan," tambahnya.
Lebih lanjut, Dody mengatakan untuk menekan ketergantungan material impor Kementerian PU akan mengoptimalkan material lokal. Contohnya aspal, yang saat ini hampir 80 persen masih didatangkan dari impor, dan hanya 20 persen yang menggunakan bahan baku dari lokal.
Ia mengatakan aspal Buton bisa menjadi opsi untuk menggantikan penggunaan aspal impor. Selama ini penggunaan aspal Buton baru 4 persen dari penggunaan aspal nasional. Kedepan, kontraktor akan diwajibkan untuk menyerap aspal buton, dan mengurangi aspal impor di tengah fluktuasi kondisi global.