Pada tahun 2026, Dody menargetkan penggunaan aspal lokal bisa berkontribusi 48 persen secara nasional. Terdiri dari aspal buton 30 persen dan aspal minyak lokal 18 persen, sementara sisanya masih perlu didatangkan dari impor menimbang kapasitas produksi aspal nasional.
"Kebijakan ini bukan hanya tentang mengganti material, tetapi bagaimana kita mampu berdiri di atas kaki sendiri dan memperkuat fondasi ekonomi nasional,” pungkas Dody.
(Taufik Fajar)