JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah menjamin Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja. Penjaminan kredit tersebut tercatat sejak tahun 2007 hingga 2025.
Adapun sepanjang 2025, Askrindo juga telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia. Menanggapi capaian tersebut, Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran menyampaikan bahwa kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat.
Pada tahun 2025 ini pula, Perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited). Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.
“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” kata dia pada peringatan HUT ke-55 Askrindo, Senin (6/4/2026).
Fankar mengatakan, bertambahnya usia Askrindo menjadi momentum strategis untuk menegaskan arah pertumbuhan perusahaan yang tidak hanya stabil, tetapi juga progresif dan berkelanjutan. Ini merupakan titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional.