JAKARTA - Managing Director (MD) Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan, program waste to energy (WtE) akan membakar sampah sekitar 400 ribu ton per tahun untuk diolah menjadi energi listrik untuk 22 ribu rumah tangga.
Dia menjelaskan asumsi tersebut merupakan hasil perhitungan dari pembangunan pabrik yang ditargetkan menyasar di 33 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini progres pembangunan dari 33 pabrik tersebut masih berprogres, 8 di antaranya sudah menemukan investor potensial dan sisanya masih dalam tahap penjajakan.
"Kalau Indonesia sudah menjalankan di 33 kota, belum menyelesaikan masalah keseluruhan. Kalau 33 pabrik berjalan, itu Sekitar 400 ribu ton sampah per tahun diolah," ujarnya dalam media briefing di Kantor Danantara, Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan dari pengelolaan sampah 400 ribu ton per tahun tersebut, diperkirakan sekitar 360 ribu ton emisi yang dihasilkan dari sampah dapat ditekan. Selain itu, energi yang dihasilkan dari pembakaran sampah mencapai 120 gigawatt, yang setara dengan kebutuhan listrik bagi sekitar 22 ribu rumah tangga.
"Sehingga kalau 400 ribu ton sampah hilang, 360 ribu emisi akan berkurang, listrik 120 giga watt diperoleh dari sampah yang cukup untuk 22 ribu rumah tangga dapat listrik dari sampah," tambahnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan WtE di berbagai daerah, mengingat jumlah kota di Indonesia yang jauh lebih banyak dari 33 lokasi awal implementasi.
Tak hanya berdampak pada lingkungan dan energi, pembangunan fasilitas WtE juga memberikan efek ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. Rohan menyebutkan, proyek ini berpotensi menyerap hingga 130 ribu tenaga kerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.
"Dampak pembangunannya juga besar, dari sisi penciptaan pekerjaan. Mulai dari pembangunan hingga operasional, bisa menyerap sekitar 130 ribu orang,” katanya.
Kesempatan yang sama, Lead of Waste-to-Energy/Director of Investment at Danantara Investment Management, Fadli Rahman menambahkan kehadiran program WtE ini akan berkontribusi dalam mengurangi masalah sampah secara nasional sekitar 22,5 persen. Asumsi ini didasarkan apabila 33 pabrik tersebut rampung dan mulai beroperasi.
"Sehingga masih ada 77,5 persen (masalah sampah) yang harus kita selesaikan bersama. Artinya jangan ada satupun dari kita yang tidak mendukung program terkait pengelolaan sampah, karena sekarang ini sudah masuk skala darurat nasional," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)