Transaksi Emas Digital Melonjak 246 Persen pada Kuartal I-2026

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 16 April 2026 10:06 WIB
Harga Emas Digital (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Perdagangan pasar fisik emas secara digital di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatatkan volume transaksi yang menembus angka 30.921.382 gram di Kuartal I-2026, melonjak tajam sebesar 246 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8.941.108 gram.

Direktur ICDX, Nursalam mengatakan, capaian ini merupakan sinyal kuat bahwa masyarakat semakin meminati perdagangan emas digital melalui Bursa Berjangka. Meski demikian, ia tetap mengingatkan publik agar selalu waspada terhadap penawaran investasi yang tidak resmi.

"Ke depan kami akan terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan termasuk regulator dalam hal ini Bappebti, untuk meningkatkan transaksi dengan terus memasyarakatkan ekosistem ini. Dengan melihat tren yang ada di kuartal I tahun 2026 ini, kami optimis sampai akhir tahun transaksi akan tumbuh positif,” ujar Nursalam dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/4/2026).

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya menambahkan, regulator senantiasa memastikan keamanan ekosistem ini dengan mengawasi ketersediaan emas fisik di lembaga penyimpanan (depository).

Adapun Bappebti menjalankan fungsi pengawasan menyeluruh terhadap bursa, lembaga kliring, hingga para pedagang dan perantara emas fisik digital.

"Sejak awal ekosistem perdagangan pasar fisik emas secara digital ini berjalan di Indonesia, kami selalu memastikan terkait keberadaan emas fisik yang diperdagangkan. Hal ini adalah upaya untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat," kata Tirta.

 

Data Bappebti tahun 2025 mengungkapkan profil investor emas digital yang sangat menarik. Dari total 18,7 juta nasabah, kelompok usia muda menjadi pemain dominan. Rentang usia 25–34 tahun berkontribusi sebesar 36,3 persen, diikuti usia 18–24 tahun sebanyak 32,6 persen.

Berdasarkan profesi, mahasiswa atau pelajar menempati posisi teratas dengan porsi 35,1 persen. Menariknya, instrumen ini menjadi pilihan investasi mikro yang terjangkau, di mana 94,9 persen investor melakukan transaksi di bawah 1 gram dan 92,6 persen bertransaksi dengan nilai di bawah Rp1 juta.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya