4 Fakta 67 Persen Perusahaan Tak Berniat Rekrut Karyawan Baru hingga Korban PHK 8.389 Orang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 18 April 2026 08:05 WIB
4 Fakta 67 Persen Perusahaan Tak Berniat Rekrut Karyawan Baru hingga Korban PHK 8.389 Orang (Foto: Freepik)
Share :

3. Korban PHK 8.389 Orang hingga Maret 2026

Di sisi lain, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), total sebanyak 8.389 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Maret 2026. Jumlah tenaga kerja yang di-PHK tersebut merupakan yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

"Pada periode Januari sampai dengan Maret 2026 terdapat 8.389 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP," bunyi laporan Satu Data Kemnaker.

Secara bulanan, jumlah korban PHK di Januari mencapai 4.590 orang. Pada Februari, jumlah tenaga kerja yang terkena PHK mencapai 3.273 orang dan Maret sebanyak 526 orang.

4. Menaker Buka Suara

Menaker Yassierli menilai penguatan keterampilan (skill) vokasi sumber daya manusia (SDM) juga menjadi salah satu strategi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini.

“Kami di Kementerian Ketenagakerjaan memang diminta lebih fokus dalam hal penyiapan SDM-nya dalam konteks skill vokasi,” katanya saat ditemui di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dia menilai penguatan SDM juga senada dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian di berbagai sektor, termasuk pangan dan energi.

“Pemerintah dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, saya melihat itu menjadi salah satu strategi dalam menghadapi ketidakpastian global. Ketika ketahanan pangan, ketahanan energi itu terwujud, makanya kita lebih resilien,” ujar Yassierli.

Dalam peningkatan keterampilan SDM muda, lanjut dia, salah satunya dilakukan melalui program Pelatihan Vokasi Nasional yang membekali peserta dengan berbagai pengetahuan dan keahlian yang relevan dengan zaman.

“Kita melihat ada digital skills, kemudian juga jangan lupa bahwa kita punya program Magang Nasional yang kita harapkan memang ini bisa sebagai bagian solusi untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan link and match, tuntutan skills saat dia bekerja dan dengan kebutuhan dari industri,” kata Yassierli.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya