Sementara ittu, Bahlil mengklaim cadangan devisa Indonesia bisa hemat seiring dilakukannya konversi LPG CNG. Hal ini lantaran pasokan sumber daya produk LPG bergantung impor.
"Dengan Indonesia memakai CNG, Insya Allah kalau teknologinya sudah ada, itu mampu kita melakukan efisiensi devisa kurang lebih Rp130 triliun sampai Rp137 triliun," ujarnya.
Bahlil mengatakan konversi LPG ke CNG ini bakal berdampak pada beban fiskal. Sebab selama ini anggaran subsidi cukup banyak terserap untuk produk LPG. Konversi juga digadang-gadan bakal berkorelasi pada kepentingan masyarakat.
"Kami akan mengurangi beban rakyat karena dalam konteks pembelian sekarang kan per tabung itu LPG ada 18, 19, ada yang 20 (ribu rupiah) bahkan ada yang lebih," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)