JAKARTA – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Cirebon terus dipercepat. Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan tercatat mencapai 40,243 persen dengan realisasi terhadap kurva S sebesar 12,865 persen.
Dalam pelaksanaannya, proyek menghadapi kendala berupa akses jalan lingkungan yang sempit sehingga membatasi mobilitas kendaraan besar dan distribusi material konstruksi. Kondisi tersebut turut memengaruhi pengaturan lalu lintas proyek dan efektivitas pengiriman material.
Untuk mengatasi hambatan itu, kontraktor menerapkan sejumlah strategi percepatan pembangunan, di antaranya penggunaan wiremesh pada struktur pelat, penambahan batching plant menjadi lima unit, serta penerapan sistem kerja tiga shift.
Selain itu, spesifikasi jendela diubah dari tipe nako menjadi casement window untuk mempercepat proses instalasi.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan tanpa mengurangi mutu pekerjaan maupun standar keselamatan kerja.
“Kami menerapkan berbagai langkah strategis agar pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon tetap berjalan sesuai target dan selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik,” ujar Dian Sovana, Jumat (8/5/2026).