"Karena produk-produk PT KOS tidak bisa bersaing harganya dengan barang-barang baja impor dari Cina, yang banci kita sebutnya kan banci, jadi lebih murah nilainya, ukurannya banci. Sehingga mereka tidak bisa juga bersaing, itu betul," katanya.
Sementara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan penjelasan terkait penutupan PT Krakatau Osaka Steel (KOS), yang diakibatkan oleh dampak dari kombinasi berbagai faktor.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyatakan pihaknya menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami PT KOS. Salah satu perusahaan negara yang terdampak langsung akibat tekanan yang semakin kompleks, sehingga harus menghentikan kegiatan produksi pada akhir April 2026 dan akan menutup seluruh kegiatan usahanya pada Juni 2026.
“Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar dia dalam keterangan, Selasa (5/5/2026).
Baca selengkapnya: Biang Kerok Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Massal
(Taufik Fajar)