JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS kian melemah tembus Rp17.600 per dolar AS. Dampak dari pelemahan Rupiah ini bisa membuat harga BBM nonsubsidi naik.
Sebab, pelemahan Rupiah sangat berpengaruh terhadap bahan baku impor termasuk harga BBM nonsubsidi. Pasalnya Indonesia net importir minyak sejak 2004.
Pakar ekonomi dan bisnis Universitas Hasanuddin Hamid Paddu menyikapi nilai tukar Rupiah yang terus anjlok. Pertengahan Mei, mata uang Rupiah tersebut memang menunjukkan tren yang semakin melemah. Bahkan pada 15 Mei, kurs Rupiah berada pada level Rp17.600 per USD.
Menurut Hamid, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencapai 1,6 juta barel per hari. Sementara, produksi Indonesia hanya 650 ribu barel per hari. Artinya, lebih dari 50% kebutuhan harus dipenuhi melalui impor.
“Nah, impor tentu dibeli dengan nilai mata uang, valuta asing, dalam hal ini dolar AS. Makanya, nilai tukar sangat mempengaruhi harga BBM,” kata Hamid di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).