JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Bejing pada Kamis 14 Mei 2026 waktu setempat. Pertemuan ini menandakan sudah cairnya hubungan kedua negara setelah sempat tegang akibat perang tarif antara AS dengan China.
Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa kerja sama ekonomi, seperti pembelian minyak hingga pesawat dari AS.
Berikut ini Okezone rangkum Trump dan Xi Jinping bertemu, Jakarta, Senin (18/5/2026).
1. China Siap Borong Pesawat Boeing
Donald Trump bertemu dengan Xi Jinping yang membahas sejumlah kerja sama ekonomi, termasuk potensi pembelian besar pesawat Boeing oleh China.
Trump menyebut China telah menyetujui pembelian sekitar 200 unit jet Boeing, dengan potensi tambahan hingga 750 pesawat apabila kerja sama berjalan baik.
Dia juga mengatakan bahwa pesawat tersebut akan menggunakan mesin produksi GE Aerospace.
"Kesepakatan mencakup sekitar 200 pesawat dan janji hingga 750 jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Trump. Meski demikian, hingga saat ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai jenis pesawat maupun jadwal pengiriman dalam kesepakatan tersebut.
2. Kesepakatan Energi
Selain itu, Trump mengklaim China siap meningkatkan pembelian energi dari AS, termasuk minyak dan gas alam, di tengah gejolak perang Iran yang mengguncang pasar energi global.
Menurut Gedung Putih, Xi Jinping menunjukkan ketertarikan memperbesar impor energi AS demi mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz yang kini rawan akibat konflik Timur Tengah.
"Mereka telah setuju ingin membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka akan pergi ke Texas, kita akan mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska," kata Trump dalam wawancara yang dilakukan setelah pertemuannya dengan Xi Jinping.
3. Kunjungan Bersejarah
Trump menyatakan pertemuan tersebut "sangat sukses, diakui dunia, dan tak terlupakan".
Adapun Xi menyebutnya sebagai kunjungan yang "bersejarah dan menjadi tonggak penting", demikian laporan media pemerintah China.
Perdagangan, minyak, Iran, dan Taiwan termasuk di antara topik yang dibahas selama dua hari pertemuan.
Presiden Trump berharap menjadikan AS kembali berjaya, dan saya berkomitmen memimpin rakyat China untuk mewujudkan kebangkitan besar bangsa China," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kedua negara harus melaksanakan "konsensus penting" yang telah dicapai.
Menurut keterangan tersebut, Trump menyebut kunjungan ini sebagai sesuatu yang "sangat sukses, diakui dunia, dan tak terlupakan", serta menyebut Xi sebagai "teman lama saya" dan mengatakan "saya sangat menghormatinya".
"Saya bersedia mempertahankan komunikasi yang tulus dan mendalam dengan Presiden Xi Jinping, dan dengan hangat menantikan untuk menyambutnya di Washington."
(Dani Jumadil Akhir)